Yuk Kenali Cara Perhitungan Pajak THR ( Tunjangan Hari Raya ) - TAXPRO - chandrasetiadi.com -

TAXPRO - chandrasetiadi.com -

Sebuah Web yang membantu menerangkan perpajakan yang ada di Indonesia

Friday, 17 May 2019

Yuk Kenali Cara Perhitungan Pajak THR ( Tunjangan Hari Raya )



Image result for pajak THR
Perhitungan PPh 21 atas THR perlu dilakukan setiap satu tahun sekali, karena Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan pendapatan non-upah yang menjadi hak karyawan. Seperti halnya gaji, THR adalah pendapatan karyawan yang merupakan obyek pajak penghasilan (PPh 21) yang menjadi tanggungan wajib pajak perorangan. Karena itu, dalam slip gaji yang diterima karyawan, biasanya perusahaan tempat bekerja mencantumkan potongan pajak tersebut.

Tentu saja, potongan PPh 21 atas gaji dan THR tidak sama untuk setiap karyawan. Selain bergantung pada besaran obyek pajak, potongan PPh 21 juga dipengaruhi oleh kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Karyawan yang tak memiliki nomor ID pajak tersebut dikenai potongan 20% lebih tinggi dari mereka yang memilikinya.

Lalu, bagaimana perhitungan PPh 21 THR dan perhitungan PPh 21? Pada prinsipnya, untuk menghitung PPh 21 THR, perlu dihitung lebih dulu pajak atas penghasilan (upah ditambah THR), kemudian dikurangi pajak atas upah saja.



Lebih jelasnya, perhatikan contoh cara menghitung pajak THR berikut:

Contoh Menghitung Pajak THR

AA merupakan karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta dengan gaji Rp 7.000.000 per bulan. Ia memiliki dua anak dan istrinya tidak bekerja. Menjelang Hari Raya ini, ia mendapat THR satu bulan gaji, Rp 7.000.000. Berapa pajak atas THR AA?

Pajak Atas Upah

Gaji Bruto Setahun: 12 bulan x Rp 7.000.000          = Rp 84.000.000
Biaya Jabatan: 5% x Rp 84.000.000                         = Rp 4.200.000
Gaji Netto Setahun                                                    = Rp 79.800.000

(hasil dari pengurangan Gaji Bruto dengan Biaya Jabatan)

PTKP K2
Wajib Pajak K2 (istri tidak bekerja dan dua anak): Rp 67.500.000

Penghasilan Kena Pajak (PKP)                                  = Rp 12.300.000
(hasil dari pengurangan Gaji Netto Setahun dengan PTKP K2)

PPh 21 Upah (Gaji) Terutang Setahun                    = 5% x Rp 12.300.000 = Rp 615.000

Pajak Atas Penghasilan (Upah dan THR)

Gaji Setahun: 12 bulan X Rp 7.000.000    = Rp 84.000.000
THR                                                                = Rp 7.000.000
Penghasilan Bruto                                       = Rp 91.000.000
Pengurang
Biaya Jabatan: 5% x Rp 91.000.000          = Rp 4.550.000
Penghasilan Netto Setahun                       = Rp 86.450.000
(hasil dari pengurangan Penghasilan Bruto dengan Pengurang)

PTKP K2
Wajib Pajak K2 (istri tidak bekerja dan dua anak): Rp 67.500.000

Penghasilan Kena Pajak (PKP)                    = Rp 18.950.000
(hasil dari pengurangan Penghasilan Netto Setahun dengan PTKP K2)

PPh 21 Terutang Setahun: 5% x Rp 18.950.000 = Rp 947.500

PPh 21 THR = PPh 21 Terutang Setahun – Pajak Atas Upah
                      = Rp 947.500 – Rp 615.000 = Rp 332.500

Maka PPh 21 atas THR adalah Rp 332,500

Untuk lebih jelasnya bisa juga baca aturan PER-16/PJ/2016 untuk contoh PPh 21 yang lain

No comments:

Post a Comment